Mitsaaqan Ghalizhaa..

-Penulis menghadiri walimatus 'Urus seorang sahabat-'
Semoga Allah memberkati kamu berdua, menurunkan keberkatanNya kepada kamu dan mempersatukan kamu berdua dalam kebajikan'

((Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa cinta kasih dan sayang)) (arRum:21)




Tujuan dari sistem pernikahan Islam adalah membina sebuah keluarga agar berjalan di bawah naungan cinta kasih dan kesucian diri maka rumah tangga yang kelak memiliki keturunan ini akan menemukan jaminan keamanan, ketenteraman, cinta kasih dan kemampuan meningkatkan potensi masyarakat untuk mewujudkan martabat kehidupan manusia yang mulia sebagaimana kemuliaannya di hadapan Allah SWT. (Ali Abdul Halim Mahmud).



((Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagaimana suami isteri). Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu. (al-Nisa':21)



"Dan Abdullah bin Umar ra. Rasulullah saw bersabda: Dan wanita adalah terhadap keluarga rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka"-HR Bukhari dan Muslim-



'Kunci utama bagi suami dan isteri untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang muncul dan akan terus muncul dalam kehidupan rumah tangga adalah musyawarah. Rasanya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan selama semua pihak bersedia melakukan musyawarah'.



Seorang ulama' berkata: 'Isteri yang baik dapat mengilhamkan suaminya (membantu fikiran suaminya), isteri yang cerdas membangkitkan perhatian suaminya, isteri yang cantik menawan suaminya, akan tetapi isteri yang penuh kasih sayang dan lemah lembut dialah yang akan menguasai suaminya'.



'Pergaulan baik (al-'isyrah bil ma'ruf) adalah payung dan sistem yang di atasnya bahtera keluarga berlayar; baik saat melakukan kewajipan, atau meminta hak. Atau ia merupakan sistem yang di atas bimbingannya kehidupan keluarga berjalan.' (Dr. Akram Redha).



Ikatan Mitsaqan Ghalizha (perjanjian yang sangat berat). Ada yang besar dalam perjanjian berat ini. Hati yang menerima, jiwa yang rela, sikap yang mententeramkan, dan kesediaan untuk berjuang bersama. Sudah siapkah anda? (Mohammad Fauzi Adhim)

0 comments:

Post a Comment